Friday, 26 April 2013

Saya Kembali!

Ah, dua tahun yang lalu saya memulai blog ini dengan pikiran, saya ingin menulis. Saya selalu iri dengan teman-teman saya yang sangat puitis dan penuh dengan ide-ide menyenangkan. Maka saya mulai menulis. Sebagai lebah, tanpa nama. Saya ingin tulisan saya berkeliaran di dunia internet tanpa harus terbaca oleh orang-orang yang mengenal saya.

Lalu saya lupa.

Setahun setengah yang lalu, saya memulai sebuah blog jalan-jalan, menggunakan identitas asli saya. Blog itu pun sukses, mengenalkan saya ke orang-orang baru, dan bahkan membuat saya menjadi kontributor jalan-jalan untuk sebuah majalah. Saya sama sekali lupa dengan proyek menulis ini. Sampai tadi pagi. 

Disini saya pertama mencoba menulis, sebagai lebah, tanpa nama. Kenapa saya tidak melanjutkan? Karena kehidupkan kah? Mungkin itu. Tapi sekarang saya akan kembali. Kembali menulis tanpa nama, mengenai keindahan-keindahan kecil yang membuat hari saya bahagia. Karena saya ingin berbagi, dan semoga menginspirasi.


Sunday, 18 September 2011

Starting a Business?

Saya adalah orang paling tidak berotak bisnis sedunia. Saya mudah terinspirasi, tapi saya jarang bisa menyelesaikan apa yang saya mulai. Sejak SD saya bercita-cita akan membuka sebuah taman bacaan, namun sampai sekarang walaupun koleksi buku-buku saya sudah membutuhkan rak ketiga dan koleksi manga saya sudah bisa disusun menjadi menara pisa, cita-cita tersebut tidak pernah terwujud. Bukannya tidak pernah memulai, beberapa kali saya mencoba pada akhirnya saya malas dan gampang beralih perhatian.

Sejak beberapa bulan yang lalu, pacar saya membuka sebuah bisnis custom denim yang cukup sukses, dan hasilnya bahkan sudah bisa dia pakai untuk jalan-jalan ke luar negeri. Tentu saja saya iri, karena saya juga ingin menghasilkan uang sendiri dengan jalan bisnis. Lalu tiba-tiba saya mendapatkan ide cemerlang; saya berfikir untuk mengumpulkan denim-denim bekas dan membuatnya menjadi sesuatu yang baru. Ide itu pun saya sampaikan kepada pacar saya, namun dia terlalu mengenal saya dan mengatakan bahwa saya terlalu mudah beralih perhatian. Tentu saya ingin membuktikan bahwa saya juga bisa membuat sebuah bisnis, lalu saya memulai membuat sebuah boneka beruang yang terbuat dari denim bekas saya.

Tapi ada satu hal yang mengganggu, bukannya saya tidak bisa menjahit, tapi semua yang saya lakukan dengan tangan yang membutuhkan ketekunan dan ketelitian pasti hasilnya akan berantakan. Walau begitu saya tetap kukuh membuat beruang ini. Setelah semalaman berkutat dengan jarum dan benang, beruang ini pun jadi, dan saya tidak bisa berhenti ketawa! Bentuknya tidak proporsional dan miring-miring. Setiap kali saya melihatnya saya langsung ketawa. Saat saya tunjukkan ke pacar saya, dengan penuh ke"bijaksana"an dia mengatakan bahwa itu adalah beruang yang sanga lucu, dan saya harus membuat lebih. Saya jadi semangat untuk menjahit lagi, tapi kali ini sekedar gantungan kunci. Sekarang saya sudah membuat satu beruang dan dua gantungan kunci. Kira-kira (kalau rapih) ada yang mau beli ga ya?

fail bear ;P

Wednesday, 14 September 2011

Hot Air Balloon

Capadoccia, Turkey. Pengalaman pertama saya naik balon udara (yang beneran, bukan yang di timezone) sangatlah menakjubkan.

Kami bangun pukul lima pagi disambut udara dingin yang menusuk sukma. Lebay. Dijemput dari hotel, kami menuju ke sebuah kafe dimana kami disuguhkan roti dan teh panas atau kopi untuk sarapan. Saat itu saya menggunakan sebuah sweater bertuliskan University of South Carolina, sweater yang saya beli secara random waktu saya sedang jalan-jalan ke Antwerp. Lalu tiba-tiba, seorang pria yang bersama istrinya mengaku berasal dari Brazil (padahal aksennya sangat Amerika) yang dari tadi memelototi saya bertanya, "did you go to University of South Carolina?" Eh? Otak saya masih berembun. "Hahaha, no, this is just a random sweater I picked." Si bapak kecewa. Yasudahlah.

Kami menyaksikan proses naiknya balon udara, sangat hebat. Lalu kami naik ke keranjang yang dibagi menjadi lima bagian, empat untuk penumpang, satu untuk pilot. Di dalam satu biliknya dimuat empat orang. Balon mulai terbang, terbangnya sangat rendah saya sampai takut tersangkut pohon. Semakin tinggi, dan wow, indah sekali. Saya pun mulai mengambil gambar dalam segala pose. Matahari terbit dari balik gunung, membuat balon-balon lain terlihat sebagai siluet. Sesuatu banget deh (lho?). Setelah matahari mulai tinggi, saya menyimpan kamera saya di dalam tas dan menikmat pemandangan yang tersaji. Memang tiada duanya.

Karena cuaca bagus, pendaratan dilakukan langsung ke atas truk. Setelah kami semua turun, kami disuguhi champagne anggur buatan lokal dan kue bolu. Pagi-pagi champagne? Dan ternyata rasanya sangat manis! Sangat berbeda dari ekspektasi.


up up and away!

Guilty Pleasure

Mi instan. Kenikmatan dalam MSG dan pengawet. Hahaha, lebay.

Waktu saya masih kecil, mama saya hanya membolehkan saya dan adik saya makan mi instan dua kali dalam sebulan, jadi dalam dua kesempatan itu rasanya seperti, hmmm, surga. Hahaa. Salah satu teman kecil saya waktu itu sering main ke rumah, dan buat dia rumah saya adalah pelarian, karena di rumahnya sang ibu melarang keberadaan mi instan. Setiap dia ke rumah saya, pasti kita makan mi instan.

Masa SMA, karena saya bersekolah di sekolah berasrama yang melarang kita untuk makan mi instan, sekalinya kita dapat kesempatan, rasanya sangat epic! Haha.. Tapi setelah beberapa kali travelling dan tinggal di luar negeri, saya sangat bosan dengan mi instan.

Ehm, oke tulisan ini mulai terlihat absurd. 

Disaat kita dilarang untuk berbuat sesuatu, insting kita adalah untuk melanggarnya. Padahal hal yang dilarang itu juga belum tentu separah itu. Karena dulu saya tidak dilarang, maka saya melihat mi instan sebagai sebuah pilihan, pilihan antara enak dan sehat. Because humans are curious creatures.

Handle With Care

People always say that, when you love someone, nothing in the world matters. But that's not true, is it? You know, and I know, that when you love someone, everything in the world matters a little bit more. 

Ini buku ke-tiga karangan Jodi Picoult yang saya baca. Dan seperti yang lainnya, buku ini menenggelamkan saya dalam dunianya, berlarut-larut hingga lama bahkan setelah saya selesai membaca bukunya.


Bayangkan anda terjebak dalam sebuah pilihan, pilihan yang penuh konsekuensi. Anak anda terlahir dengan Osteogenesis Imperfecta, sebuah kelainan genetik yang menyebabkan penderitanya memiliki tulang yang sangat lemah, mudah patah. Untuk merawat anak anda yang sekarang berusia lima tahun tersebut, anda membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Biaya yang bisa anda dapatkan jika anda memenangkan uang perkara dari dokter kandungan anda, yang tidak memberikan pilihan untuk menggugurkan anak tersayang anda saat anak masih dalam kandungan. Bayangkan, bahwa dokter kandungan anda adalah sahabat terbaik anda.

Things break all the time. 
Day breaks, waves breaks, voices break.
Promises break.
Hearts break.
Jake Grys, 7, has a rare form of osteogenesis imperfecta, or brittle bone disorder, a genetic disorder characterized by bones that break easily.