Saat itu saya sedang menginap di sebuah youth hostel di Stockholm dengan duabelas orang di dalam satu kamar. Setelah seharian menikmati kota Stockholm dengan berjalan kaki, rasanya mandi air panas dan tidur adalah pilihan yang paling tepat. Setelah mandi, saya menyiapkan tempat tidur dan bergegas tidur. Saat itu sudah ada dua orang yang tidur dan satu orang sedang membaca buku di bunk atas.
Entah pukul berapa, saya terbangun akibat percakapan dua orang lelaki Jerman yang baru masuk kamar dan dua orang perempuan entah dari mana yang hendak tidur. Suara dua lelaki Jerman itu sangat mengganggu, tanpa usaha untuk mengecilkan suara, padahal saat itu sudah beberapa orang tertidur. Mereka menyalakan lampu, dan saya berusaha untuk tertidur kembali.
Mimpi buruk. Sangat buruk. Saking buruknya saya sampai terbangun. Ah sial, si Jerman kurang ajar itu mengorok. Keras sekali. Sepertinya dia mabuk. Saya mencoba tidur kembali, gagal. Mata saya benar-benar terjaga, seperti dipaksa. Setelah sekian menit terlentang tanpa bisa untuk tidur kembali, saya duduk, dan ternyata ada sekitar empat orang yang saya lihat terbangun akibat si Jerman itu. Dua orang sahabat tertawa cekikikan. Saya rasa kita semua tidak tahu apa yang harus diperbuat. Sampai tiba-tiba, perempuan yang tidur di sebelahnya melempar buku yang tadi dibacanya ke arah si Jerman. Sontak beberapa orang termasuk saya tertawa cekikikan. Si Jerman pun terbangun dan merubah posisi tidurnya. Hening. Saya pun langsung tidur, sebelum dia mulai konser lagi!
the Ikea bed.
No comments:
Post a Comment