Kami bangun pukul lima pagi disambut udara dingin yang menusuk sukma. Lebay. Dijemput dari hotel, kami menuju ke sebuah kafe dimana kami disuguhkan roti dan teh panas atau kopi untuk sarapan. Saat itu saya menggunakan sebuah sweater bertuliskan University of South Carolina, sweater yang saya beli secara random waktu saya sedang jalan-jalan ke Antwerp. Lalu tiba-tiba, seorang pria yang bersama istrinya mengaku berasal dari Brazil (padahal aksennya sangat Amerika) yang dari tadi memelototi saya bertanya, "did you go to University of South Carolina?" Eh? Otak saya masih berembun. "Hahaha, no, this is just a random sweater I picked." Si bapak kecewa. Yasudahlah.
Kami menyaksikan proses naiknya balon udara, sangat hebat. Lalu kami naik ke keranjang yang dibagi menjadi lima bagian, empat untuk penumpang, satu untuk pilot. Di dalam satu biliknya dimuat empat orang. Balon mulai terbang, terbangnya sangat rendah saya sampai takut tersangkut pohon. Semakin tinggi, dan wow, indah sekali. Saya pun mulai mengambil gambar dalam segala pose. Matahari terbit dari balik gunung, membuat balon-balon lain terlihat sebagai siluet. Sesuatu banget deh (lho?). Setelah matahari mulai tinggi, saya menyimpan kamera saya di dalam tas dan menikmat pemandangan yang tersaji. Memang tiada duanya.
Karena cuaca bagus, pendaratan dilakukan langsung ke atas truk. Setelah kami semua turun, kami disuguhi champagne anggur buatan lokal dan kue bolu. Pagi-pagi champagne? Dan ternyata rasanya sangat manis! Sangat berbeda dari ekspektasi.
up up and away!
huaaah aku mau juga dong ke turki hehe, salam kenal yaaaaaa
ReplyDeleteayoo jalan-jalan! :D salam kenal jugaa
ReplyDelete